02 September 2008

Made in Indonesia


Sebagai bangsa, negara ini kaya. Apapun kita punya. Laut yang luas dengan segala keanekaragaman isinya, gunung, hutan, lembah, ngarai, pantai, semua ada di ini. Kita juga memiliki manusia-manusia yang penuh talenta sehingga menghasilkan kreativitas seni yang memukau.

Ini saya lihat dari perjalanan saya ke Bali minggu lalu. Perjalanan yang lebih tepatnya adalah tugas konferensi tingkat ASEAN. Salah satu yang dimunculkan dalam konferensi internasional adalah pergeralan budaya Indonesia. Dan karena di Bali, tentunya budaya, kesenian Bali yang sudah dikenal di mana-mana.




Perjalanan budaya yang cukup berkesan adalah ketika makan malam di Puri Kerambitan, Tabanan. Acara cukup meriah. Kami yang datang dengan beberapa bus besar disambut dengan obor yang dibawa warga dan tari-tarian.

Tarian Selamat Datang ini dibawakan lelaki dan perempuan. Pokoknya menarik perhatian bagi mereka yang baru melihatnya, saya sendiri sudah dua kali datang denga pakaian khusus khusus seperti terlihat difoto ini, tapi tetap takjub dengan sambutan yang megah seperti itu.

Setelah itu, kami masuk ke dalam Puri dan disambut Raja Kerambitan. Raja ini, menurut Pak Raja sendiri, adalah Raja yang modern. Sebab, hanya beristri satu. Padahal ayahnya, ayah dari ayahnya, beristri lebih dari satu. Kami pun disuguhi makanan-makanan khas Indonesia, kalau tak mau dibilang Bali. Ada soto ayam, bebek betutu, minuman brem Bali, dan yang benar-benar khas adalah daun belimbing yang diolah bikin mak nyos di mulut.

Sambil makan malam dengan pernak-pernik layaknya di kerajaan, kami disuguhi juga tari-tarian Bali. Tarian yang trully Indonesia. Meski banyak negara mengaku-ngaku bahwa batik, reog ponorogo, ukir-ukiran, wayang, tahu, sampai mungkin tari Bali merupakan produk asli negara tersebut, sesungguhnya nuansa ke-Indonesia-an tetap lah tak bisa melepaskan bahwa produk-produk itu adalah asli made in Indonesia. Sehingga, bukan juga berlebihan jika seperti yang teman saya bilang, negara-negara yang mengaku-ngaku budaya dan kesenian Indonesia sebagai budaya dan kesenian mereka, sebagai negara-negara yang trully Indonesia.

Tidak ada komentar: