Tampilkan postingan dengan label tki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tki. Tampilkan semua postingan

11 Juli 2011

Puisi: Balada TKI

Belajar corat-coret bikin puisi, diilhami beberapa kasus kekerasan terhadap TKI kita. Selamat membaca!

Balada TKI*

Karya: Heru Sutadi

Aku membaca berita pagi
Dari running text di televisi
Ada TKI kita mati lagi
Berita pun menyeruak ke seluruh pelosok negeri, termasuk Bekasi

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Pecah kumandang duka
Dan Emak pun mengingat Atikah yang malam itu pamit
Berangkat ke negeri antah berantah, menjadi TKI
“Mak Atikah mau pamit ke Arab”
demikian Atikah sambil mencium tangan Emak

Tak ada lapangan kerja, kemiskinan
Membuat Atikah, gadis desa yang lugu
Gelap mata bekerja jauh dari Emak

Emak hanya bisa meneteskan air mata melepas Atikah
Yang lama-lama bagai air sungai air mata mengalir tiada henti
Air mata Emak yang ditinggal Atikah berbulan-bulan, bertahun, pun lalu mengering
Bukan kemudian berhenti

Tak ada kabar membuat air mata menjadi linangan darah
Darah yang terus-menerus mengalir
Sederas darah dari leher Atikah
Yang membasahi tempat pemancungan
Dengan kepala mengelinding ke sana-ke mari
Di Hari Jumat yang sepi.


*Bagian dari Pentalogi: Indonesia Kini