Belajar corat-coret bikin puisi, diilhami beberapa kasus kekerasan terhadap TKI kita. Selamat membaca!
Balada TKI*
Karya: Heru Sutadi
Aku membaca berita pagi
Dari running text di televisi
Ada TKI kita mati lagi
Berita pun menyeruak ke seluruh pelosok negeri, termasuk Bekasi
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Pecah kumandang duka
Dan Emak pun mengingat Atikah yang malam itu pamit
Berangkat ke negeri antah berantah, menjadi TKI
“Mak Atikah mau pamit ke Arab”
demikian Atikah sambil mencium tangan Emak
Tak ada lapangan kerja, kemiskinan
Membuat Atikah, gadis desa yang lugu
Gelap mata bekerja jauh dari Emak
Emak hanya bisa meneteskan air mata melepas Atikah
Yang lama-lama bagai air sungai air mata mengalir tiada henti
Air mata Emak yang ditinggal Atikah berbulan-bulan, bertahun, pun lalu mengering
Bukan kemudian berhenti
Tak ada kabar membuat air mata menjadi linangan darah
Darah yang terus-menerus mengalir
Sederas darah dari leher Atikah
Yang membasahi tempat pemancungan
Dengan kepala mengelinding ke sana-ke mari
Di Hari Jumat yang sepi.
*Bagian dari Pentalogi: Indonesia Kini
*Bagian dari Pentalogi: Indonesia Kini